Pages

Rabu, 13 April 2011

RSBI

RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)
I. Pengertian RSBI Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah Sekolah Standar Nasional (SSN) yang menyiapkan peserta didik berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia dan bertaraf Internasional sehingga diharapkan lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional.
II. Latar Belakang Dengan berkembangnya informasi dan teknologi yang sangat cepat, maka perlu dikembangkan sekolah bertaraf internasional pada tingkat kabupaten/kota. Dan menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tercantum di dalam Standar Kompetensi Lulusan yang diperkaya dengan standar kompetensi lulusan berciri internasional. Penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dilatarbelakangi oleh alasan-alasan berikut. Pertama, era globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi manajemen dan sumber daya manusia. Kedua, rintisan penyelenggaraan RSBI memiliki dasar hukum yang kuat yaitu Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN 20/2003) yang menyebutkan bahwa “pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”. Ketiga, penyelenggaraan RSBI didasari oleh filosofi eksistensialisme dan esensialisme (fungsionalisme). Filosofi eksistensialisme berkeyakinan bahwa pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui fasilitas yang dilaksanakan melalui proses pendidikan yang bermartabat, pro-perubahan (kreatif, inovatif, dan eksperimentatif), menumbuhkan dan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik. Dalam mengaktualisasikan kedua filosofi tersebut, empat pilar pendidikan yaitu
learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be merupakan patokan berharga bagi penyelarasan praktik-praktik penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, mulai dari kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, hingga sampai penilaiannya. Misalnya, pembelajaran tidaklah sekedar memperkenalkan nilai-nilai (learning to know), tetapi juga harus bisa membangkitkan penghayatan dan mendorong menerapkan nilai-nilai tersebut (learning to do) yang dilakukan secara kolaboratif (learning to live together) dan menjadikan peserta didik percaya diri dan menghargai dirinya (learning to be). III. Kurikulum 1. Menggunakan kurikulum yang berlaku secara nasional dengan mengadabtasi kurikulum sekolah di Negara lain. Kurikulum KTSP dan kurikulum Cambridge. 2. Mengajarkan bahasa asing, terutama penggunaan bahasa Inggris, secara terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya. Metode pengajaran dwi bahasa ini dapat dilaksanakan dengan 2 kategori yakni Subtractive Bilingualism (beri penjelasan oleh penulis) dan Additive Bilingualism, yang menekankan pendekatan Dual Language. 3. Pengajaran dengan pendekatan Dual Language menekankan perbedaan adanya Bahasa Akademis dan Bahasa Sosial yang pengaturan bahasa pengantarnya dapat dialokasikan berdasarkan Subjek maupun Waktu (beri penjelasan oleh penulis). 4. Menekankan keseimbangan aspek perkembangan anak meliputi aspek kognitif (intelektual), aspek sosial dan emosional, dan aspek fisik. 5. Mengintegrasikan kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) termasuk Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence ke dalam kurikulum. 6. Mengembangkan kurikulum terpadu yang berorientasi pada materi, kompetensi, nilai dan sikap serta prilaku (kepribadian ). 7. Mengarahkan siswa untuk mampu berpikir kritis, kreatif dan analitis , memiliki kemampuan belajar (learning how to learn) serta mampu mengambil keputusan dalam belajar. Penyusunan kurikulum ini didasarkan prinsip ”Understanding by Design” yang menekankan pemahaman jangka panjang (”Enduring
Understanding”). Pemahaman (Understanding) dilihat dari 6 aspek: Explain, Interpret, Apply, Perspective, Empathy, Self Knowledge. 8. Kurikulum tingkatan satuan pendidikan dapat menggunakan sistem paket dan kredit semester. 9. Dapat memberikan program magang untuk siswa SMA, MA dan SMK. 10. Menekankan kemampuan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. IV. Proses Belajar Mengajar Terdapat pergeseran paradigma pendidikan dari mengajar ke membelajarkan. Mengajar lebih menekankan pada kegiatan guru dalam mentransformasikan ilmu atau materi kepada siswa, dan siswa hanya sebagai pendengar, sedangkan pembelajaran lebih menekankan pada proses kegiatan siswa yang aktif mencari, menemukan sekaligus mempresentasikan temuan belajarnya. Sekolah bertaraf Internasional diharapkan menerapkan azas-azas pembelajaran aktif yang mengakses 5 pilar pendidikan (religious awareness, learning to know, learning to do, learning to be, and learning how to live together) dalam pengelolaan pembelajaran dengan rincian seperti berikut:
1. Pendekatan yang digunakan berfokus pada siswa dengan merangsang rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik serta partisipasi siswa (inquiry, investigation) sehingga ide pembelajaran dapat datang dari siswa.
2. Siswa membangun pengetahuannya sendiri, bukan dibentuk oleh orang lain (constructivism).
3. Guru berperan sebagai fasilitator, sehingga tercipta interaksi Guru-siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan guru, terjadi komunikasi multi arah, sikap guru terhadap siswa harus menimbulkan rasa nyaman, penyusunan kelas dapat dibuat dengan 2 macam pengelompokan seperti kelas dengan 1 kelompok umur (Single Age), Kelas dengan 2 kelompok umur (Multiage).
4. Pembelajaran melayani semua anak termasuk anak dengan kebutuhan khusus ( special needs ) secara terbatas (program inklusi), pendekatan yang digunakan menekankan adanya keragaman kompetensi, intelligence, agama, minat.
5. Menekankan pada pemahaman siswa bukan hafalan dan sekedar mengejar target pembelajaran maupun bahan ujian, tetapi berorientasi pada aktivitas dan proses.
6. Mengembangkan model-mdel pembelajaran yang konstruktif, inovatif seperti cooperative learning, pembelajaran berbasis masalah, dan contextual teaching and learning.
7. Memanfaatkan berbagai sumber belajar (lingkungan, nara sumber, dan penunjang belajar lainnya) tidak hanya dari guru.
8. Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa.
9. Menciptakan dan memelihara berbagai lingkungan yang kondusif untuk siswa belajar seperti; penataan ruangan, materi pembelajaran, rasio guru siswa 1:12 sampai dengan 1. V. Kelebihan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) 1. Mendapatkan pengakuan internasional terhadap proses dan hasil pendidikan dalam berbagai aspek. Pengakuan tersebut dibuktikan dengan sertifikasi berpredikat baik dari salah satu anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan, diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional, serta lulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional. 2. Memotivasi para siswa untuk mampu bersaing dalam dunia global. 3. Lulusan RSBI mampu bersaing dengan anak-anak dari negara lain. 4. Lulusan RSBI lebih berani mencoba hal-hal baru, dan menantang para guru untuk mengembangkan metode dan model pembelajaran di dunia internasional.
VI. Kekurangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) 1. Penggunaan bahasa Inggris dalam penyampaian materi dinilai akan menghambat pemahaman materi oleh siswa. Sebab, masyarakat Indonesia umumnya tidak fasih berbahasa Inggris. 2. Media pendidikan yang canggih di RSBI membuat sekolah harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih besar sehingga biaya pendidikan di RSBI pun lebih mahal daripada di sekolah reguler. 3. Kurangnya guru RSBI yang mempunyai keahlian berbahasa inggris dalam meyampaikan materi. VII. Pendapat Disatu sisi mungkin RSBI akan membawa dampak positif bagi muridnya, menjadi manusia unggul dimasa depannya. Menurut kami pelaksanaan RSBI di Indonesia kurang sesuai dengan negara Indonesia. UUD 1945 mengutamakan pendidikan nasional, bukan pendidikan internasional. Justru seharusnya konsep internasional itu adalah bagaimana mendatangkan orang asing ke dalam negeri. Dan, harus diupayakan pula ada penyamarataan kesempatan kepada murid-murid berpotensi di daerah yang jauh dari RSBI karena mereka adalah sama-sama generasi penerus bangsa.

Rabu, 30 Maret 2011

Kebersamaan

Tidak ada orang yang sendirian sampai di puncak prestasi. Apakah ketika Anda sedang membangun keluarga bahagia, gagasan besar, karir gemilang, karya seni, atau bisnis, keberhasilan Anda mesti bergantung pada orang lain merekapun bergantung pada Anda.

Selasa, 29 Maret 2011

STRATEGI PEMBELAJARAN

A. Pengertian
Strategi adalah rencana tindakan (rangkaian kegiatan), penggunaan metode, pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu (J.R. David, 1976).
Sedangkan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

B. Macam-macam strategi pembelajaran
1. Pembelajaran Direct Instruction
2. Diskusi sebagai suatu strategi pembelajaran
3. Penggunaan Small Group Work sebagai suatu strategi pembelajaran
4. Penggunaan Co-Operatif Learning sebagai suatu strategi pembelajaran
5. Pengguanaan Problem Solving sebagai suatu strategi pembelajaran
6. Penggunaan strategi Thik-Talk-Write sebagai suatu strategi pembelajaran
7. Strategi pembelajaran berbasis konstruktivis

C. Pembahasan Dua Macam Strategi Pembelajaran
1. Pembelajaran Direct Instruction
Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) disebut juga dengan metode ekspositori. Sering metode Ekspositori ini disamakan dengan metode ceramah, namun dalam pelaksanaannya berbeda. Di dalam metode Ekspositori guru tidak terus bicara, tetapi guru hanya memberi informasi kepada saat-saat bagian yang diperlukan.
a. Ciri-ciri pembelajaran langsung adalah sebagai berikut:
1) Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaiaan hasil belajar.
2) Adanya sintaksis atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
3) Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar mendukung berlangsungnya terjadinya proses pembelajaran.
b. Fase-fase pada strategi pembelajaran langsung adalah:
1) Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa.
2) Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan.
3) Membimbing pelatihan.
4) Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.
5) Memberikan latihan dan penerapan konsep.
c. Kelebihan dari strategi pembelajaran langsung:
1) Dengan pembelajaran langsung kita dapat mengontrol isi dan urutan informasi yang diterima siswa.
2) Dapat digunakan secara efektif baik pada kelas besar dan kelas kecil.
3) Salah satu pendekatan yang lebih efektif untuk mengajarkan konsep yang eksplisit pada siswa lemah.
4) Pembelajaran ini menelkankan pada pendengaran dan observasi.
5) Guru dapat menguasai arah kelas.
6) Organisasi kelas sederhana.
d. Kekurangan dari strategi pembelajaran langsung:
1) Agak berat bagi siswa untuk dapat mengasimilasi informasi melalui mendengar, observasi, dan mencatat.
2) Sangat susah melayani perbedaan individu.
3) Pembelajaran ini sangat bergantung dari gaya berkomunikasi oleh guru.
4) Murid kurang aktif dan lebih banyak mengharapkan bantuan guru.
5) Murid kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kemempuan berpikir.

e. Aspek kunci agar strategi pembelajaran langsung efektif:
1) Katakanlah pada siswa bahwa belajarlah apa yang mampu dipelajari.
2) Sajikan materi pelajaran secara urutan logis.
3) Berikan contoh yang tepat saat menjelaskan.
4) Jelaskan kembali segala sesuatu jika siswa mendapatkan kebingungan.
5) Jelaskan dari istilah-istilah baru.
6) Jawablah pertanyaan siswa sampai mereka puas.

2. Diskusi sebagai suatu strategi pembelajaran
Diskusi adalah suatu proses tatap muka interaktif di mana siswa menukar ide tentang persoalan dalam rangka pemecahan masalah, menjawab suatu pertanyaan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, atau membuat keputusan (Killen, 1998). Metode yang dapat menjadikan komunikasi banyak arah disebut metode diskusi.
Dalam diskusi siswa dituntut untuk selalu aktif berpartisipasi. Siswa dilatih berfikir kritis, siap mengemukakan pendapatnya secara tepat, berfikir secara objektif, dan menghargai pendapat orang lain.oleh karena itu metode diskusi ini merupakan metode mengajar yang tepat bagi masyarakat demokrasi.
Metode diskusi dapat membantu metode ceramah dari sudut bertambahnya sumber, bila siswa memperoleh pengetahuan yang akan dibicarakan melalui sumber bacaan itu. Artinya siswa mampu berdiskusi tentang materi matimatika bila ia setidaknya memahami topik yang akan dibicarakan itu dari hasil bacaannya.
a. Dilihat dari keterlibatan guru, metode diskusi dapat dikelompokan kedalam empat macam diskusi, yaitu:
1) Diskusi yang dimulai dari guru, untuk mengetahui sampai berapa jauh materi atau konsep yang sudah diberikan dapat dikuasai.
2) Diskusi yang dimulai dari guru, namun tujuannya selain untuk mengetahui, penguasaan konsep siswa, juga untuk melihat konsep baru sebagai tambahan. Disini dialog itu bukan hanya dari guru dan murid tapi antar murid lainnya.
3) Diskusi tipe ini guru memberi persoalan, kemudian terjadi antara guru dan murid terhadap penyelesaian soal tersebut. Disini terjadi keseimbangan antara keterlibatan guru dan murid dalam semua kegiatan.
4) Diskusi ini berorientasi pada pencarian permasalahan. Tujuan, isi, kegiatan, dan arah diskusi ditentukan oleh siswa. Tipe ini terpusat pada siswa.
b. Kelebihan dari strategi pembelajaran diskusi:
1) Memaksa anak untuk berbicara dengan bahasa yang baik, belajar mengemukakan pendapat dengan tepat dalam waktu relatif singkat, dan belajar menganggapi orang lain dengan benar.
2) Berlatih memecahkan masalah.
3) Lebih efektif dalam mengubah sikap siswa.
4) Membangun kemapuan siswa untuk menganalisis isi pelajaran, mengungkapkan ide secara lisan, dan berfikir kedepan.
5) Dapat menghasilkan aktivitas belajar yang lebih dinamis.
6) Dapat membangkitkan ide baru.
c. Kekurangan strategi pembelajaran diskusi:
1) Diskusi tidak mungkin produktif kalau siswa tidak mempersiapkan diri dengan baik.
2) Beberapa siswa mungkin enggan mengeluarkan ide.
3) Diskusi kelompok dapat memudahkan seseorang berkokpetisi secara emosional dan ini akan menyulitkan pimpinan diskusi.
4) Beberapa siswa mungkin akan mengeluarkan pendapat yang tidak sesuai dengan alur diskusi.

Sabtu, 26 Maret 2011

sebuah mimpi

kalau kita bisa memimpikan sesuatu, maka kitapun bisa mewujudkannya...
kalau kita tidak bisa bermimpi, bagaimana mungkin kita bisa mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan...

Selasa, 22 Maret 2011

Makalah


Sistem Persamaan Linear

A.    Pengertian
Persamaan adalah kalimat matematika yang mengandung notasi sama dengan. Persamaan linear adalah persamaan yang memuat variabel dengan pangkat nol atau satu. Persamaan linear juga berarti sebuah persamaan aljabar yang tiap sukunya mengandung konstanta, atau perkalian konstanta dengan variabel tunggal. Persamaan ini dikatakan linear sebab hubungan matematis ini dapat digambarkan sebagai garis lurus dalam Sistem koordinat Kartesius.
Sistem persamaan linear (SPL) adalah kumpulan berhingga dari persamaan linear. Solusi suatu persamaan adalah nilai–nilai yang memenuhi persamaan–persamaan sehingga membentuk suatu persamaan yang bernilai benar.
Kemungkinan yang terjadi dalam system persamaan yaitu:
1.      Hanya memiliki satu solusi
2.      Memiliki banyak solusi
3.      Tidak memiliki solusi